Senin, 18 Maret 2013

makalah pengantar pendidikan tentang azas pendidikan dan penerapannya


TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN
“AZAS PENDIDIKAN DAN PENERAPANNYA”


Di Susun Oleh :
1.Ema lestari(1206091)






FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012


KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur senatiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah- Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “AZAS POKOK PENDIDIKAN DAN PENERAPANNYA“. Makalah yang kami susun ini merupakan salah satu tugas mata kuliah PENGANTAR PENDIDIKAN.
Kami menyadari, makalah yang kami susun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat saya harapkan dari berbagai pihak. Sebagai manusia biasa, saya berusaha dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, NAMUN, saya tidak luput dari segala kesalahan dan kekhilafan dalam menyusun makalah ini.
Pada kesempatan ini dengan penuh rasa hormat saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing dan sudi membagi ilmunya kepada kami sehingga dapat terselesaikannya makalah ini.
Untuk menyempurnakan makalah ini, saya dengan senang hati akan menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak. Sehingga di kemudian hari kami dapat menyempurnakan makalah ini dan saya dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan.
Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan umumnya bagi semua pihak yang berkepentingan.



Padang,  15 Maret 2013

Penulis



DAFTAR ISI























                                                                             




BAB I
Pendahuluan
            1.1              Latar Belakang Masalah
          Kemajuan Ilmu dan teknologi, terutama teknologi informasi menyebabkan arus komunikasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini brdampak lagsung pada bidang Norma kehidupan dan ekonomi, seperti tersingkirnya tenaga kerja yang kurang berpendidikan dan kurang trampil, terkikisnya budaya lokal karena cepatnya arus informasi dan budaya global, serta menurunnya norma-norma masyarakat kita yang bersifat pluralistik sehingga rawan terhadap timbulnya gejolak sosial dan disintegrasi bangsa. Adanya pasar bebas, kemampuan bersaing, penguasaan pengetahuan dan tegnologi, menjadi semakin penting untuk kemajuan suatu bangsa. Ukuran kesejahteraan suatu bangsa telah bergeser dari modal fisik atau sumber daya alam ke modal intelektual, pengetahuan, sosial, dan kepercayaan. Hal ini membutuhkan pendidikan yang memberikan kecakapan hidup (Life Skill), yaitu yang memberikan keterampilan, kemahiran, dan keahlian dengan kompetensi tinggi pada peserta didik sehingga selalu mampu bertahan dalam suasana yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif dalam kehidupannya. Kecakapan ini sebenarnya telah diperoleh siswa sejak dini mulai pendidikan formal di sekolah maupun yang bersifat informal, yang akan membuatnya menjadi masyrakat berpengetahuan yang belajar sepanjang hayat (Lige Long Learning). Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.

          Makalah ini akan memusatkan paparan dalam berbagai AZAS POKOK PENDIDIKAN DAN PENERAPANNYA.Azas pokok pendidikan yaitu asas Tut Wuri Handayani, belajar sepanjang hayat, kemandirian dalam belajar,dan penerapan azas pendidikan dewasa ini adalah keadaan yang ditemui,permasalahan yang dihadapi dan pengembangan penerapan azas-azas pendidikan.


1.2 Rumusan Masalah

a. Apakah yang dimaksud dengan asas-asas pendidikan?
b. Apa saja asas asas pokok pendidikan?
c.bagaimana penerapan asas-asas pendidikan?
d. Apa sajakah yang di bahas dalam penerapan asas pendidikan?


1.3 Tujuan

a. Untuk mengetahui pengertian asas pendidikan
b. Untuk mengetahui macam-macam asas pokok pendidikan
c. Untuk mengetahui bagaimana penerapan asas pendidikan
d. Untuk mengetahui yang dibahas dalam penerapan asas pendidikan.
                                                                                                                                              




















BAB II
   ISI
 Asas-Asas Pendidikan dan Penerapannya
Pendidikan sebagai usaha dasar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.
Bab II ini akan memusatkan paparan dalam berbagai asas pendidikan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Asas pokok dalam pendidikan yaitu: adalah asas Tut Wuri Handayani, belajar sepanjang hayat, kemandirian dalam belajar.penerapan azas-azas pendidikan dewasa ini,yaitu: keadaan yang ditemui,permasalahan yang di hadapi,pengembangan penerapan azas-azas pendidikan.

A.    ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusus di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. (Hartoto, 2008)
Berdasarkan Bahan Ajar Pengantar Pendidikan UNP (2008), setidaknya ada tiga asas pokok yang harus dipertimbangkan dan dipedomani dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Ketiga asas tersebut ialah asas Tutwuri Handayani, belajar sepanjang hayat, dan kemandirian dalam belajar.

1.     Asas Tut Wuri Handayani
Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwan Tutwuri Handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara. Secara historis Tutwuri Handayani lahir sebagai semboyan yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem pendidikan Taman Siswa. Makna Tutwuri Handayani adalah:
a)      Tutwuri: Mengikuti perkembangan sang anak dengan penuh perhatian berdasarkan cinta kasih  tanpa pamrih
b)       Handayani: Mempengaruhi dalam arti merangsang, memupuk, membimbing, menggairahkan agar sang anak mengembangkan pribadi masing-masing melalui disiplin pribadi. (Arga, 2011)
Berdasarkan asas Tutwuri Handayani ini, kegiatan belajar tidak berpusat kepada guru, akan tetapi berpusat kepada peserta didik sendiri. Dapat dikatakan bahwa asas Tutwuri Handayani merupakan cikal bakal dari pendekatan atau cara belajar siswa aktif. (Tim, 2008)
tara  ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.
Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:
         Ing Ngarso Sung Tulodo ( jika di depan memberi contoh)
         Ing Madyo Mangun Karso (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan semangat)
         Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan)

2.     Asas Belajar Sepanjang Hayat
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur. Ada sebuah hadis Nabi Saw yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, beliau bersabda yang artinya: ”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia”. Di sini Islam telah lama mengenal konsep ini jauh sebelum orang-orang Barat mengangkatnya. Konsep tersebut menjadi aktual kembali terutama dengan terbitnya buku An Introduction To Lifelong Education, pada tahun 1970 karya Paul Lengard, yang dikembangkan lebih lanjut oleh UNESCO. Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah seharusnya mengemban sekurang-kurangnya dua misi, yaitu (1) memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan efesien dan efektif, (2) meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai dasar dari belajar sepanjang hayat. (Rangga, 2011)
Dewasa ini, akibat kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat, maka terjadi perubahan yang amat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Akibatnya, apa yang dipelajari oleh seseorang pada beberapa tahun yang lalu dapat menjadi tidak berarti atau tidak bermanfaat. Sebab apa yang telah dipelajarinya sudah tidak relevan lagi dengan berbagai masalah kehidupan yang dihadapinya. Implikasi dari kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat tersebut ialah seseorang dituntut untuk mau dan mampu belajar sepanjang hayat. (Tim, 2008)

Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.
·         Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
·         Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.

3.     Asas Kemandirian dalam Belajar
Di dalam asas Tutwuri Handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung sangat erat kaitannya dengan asas Kemandirian dalam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, mungkin dapat dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap untuk membantu apabila diperlukan. Adapun dalam asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apabila didasarkan pada pendapat bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar, oleh karena itu tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru atau pun orang lain. (Rangga, 2011)
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).

B.PENERAPAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN
Sebagaimana telah dibicarakan dalam bahasan terdahulu ada dua asas-asas utama yang menjadi acuan pelaksanaan pendidikan, yakni:
1.      Asas Belajar Sepanjang Hayat
2.      Asas Tut Wuri Handayani
3.      Asas Kemandirian dalam Belajar
Untuk memberi gambaran bagaimana penerapan asas-asas tersebut di atas berturut-turut akan dibicarakan:
1.      Keadaan yang ditemui sekarang
2.       Permasalahan yang ada
3.       Pengembangan penerapan asas-asas pendidikan.







1. Keadaan Yang Ditemui Sekarang
 Dalam kaitan asas belajar sepanjang hayat, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang:
a)      Usaha pemerintah memperluas kesempatan belajar telah mengalami peningkatan. Terbukti dengan semakin banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun yang dapat ditampung baik dalam lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal; berbagai jenis pendidikan; dan berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi
b)         Usaha pemerintah dalam pengadaan dan pembinaan guru dan tenaga kependidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang agar mereka dapat melaksanakan tugsnya secara proporsional. Dan pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil pendidikan di seluruh tanah air. Pembinaan guru dan tenaga guru dilaksanakan baik didalam negeri maupun diluar negeri
c)      Usaha pembaharuan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan isi pendidikan agar mampu memenuhi tantangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas melalui pendidikan
d)     Usaha pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana yang semakin meningkat: ruang belajar, perpustakaan, media pengajaran, bengkel kerja, sarana pelatihan dan ketrampilan, sarana pendidikan jasmani
e)      Pengadaan buku ajar yang diperuntukan bagi berbagai program pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk:
1.      meningkatkan sumber penghasilan keluarga secara layak dan hidup bermasyarakat secara berbudaya melalui berbagai cara belajar
2.      menunjang tercapainya tujuan pendidikan manusia seutuhnya
f)  Usaha pengadaan berbagai program pembinaan generasi muda: kepemimpinan dan ketrampilan, kesegaran jasmani dan daya kreasi, sikap patriotisme dan idealisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, kepribadian dan budi luhur
g)  Usaha pengadaan berbagai program pembinaan keolahragaan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anggota masyarakat untuk melakukan berbagai macam kegiatan olahraga untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta prestasi di bidang olahraga
h)   Usaha pengadaan berbagai program peningkatan peran wanita dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia peningkatan ilmu pngetahuan dan teknologi, ketrampilan serta ketahanan mental. 
Sesuai dengan uraian di atas, maka secara singkat pemerintah secara lintas sektoral telah mengupayakan usaha-usaha untuk menjawab tantangan asas pendidikan sepanjang hayat dengan cara pengadaan sarana dan prasarana, kesempatan serta sumber daya manusia yang menunjang.
Dalam kaitan penerapan asas Tut Wuri Handayani, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang ditemui sekarang, yakni :
a)      Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan dan ketrampilan yang diminatinya di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sesuai peran dan profesinya dalam masyarakat. 
b)       Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan kejuruan yang diminatinya agar dapat mempersiapkan diri untuk memasuki lapangan kerja bidang tertentu yang diinginkannya.
c)      Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya.
d)       Peserta didik yang memiliki kelainan atau cacat fisik atau mental memperoleh kesempatan untuk memilih pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan cacat yang disandang agar dapat bertumbuh menjadi manusia yang mandiri.
e)      Peserta didik di daerah terpencil mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan keterampilan agar dapat berkembang menjadi manusia yang memiliki kemampuan dasar yang memadai sebagai manusia yang mandiri, yang beragam dari potensi dibawah normal sampai jauh diatas normal.(Jurnal Pendidikan,1989).

2.      Permasalahan yang Dihadapi
a.       Masalah Peningkatan Mutu Pendidikan
Kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak harus dipertimbangkan dengan kebijaksanaan pemerataan pendidikan. Karena peningkatan kualitas pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan bertujuan membangun sumber daya manusia yang mutunya sejajar dengan mutu sumber daya manusia negara lain.
Sesuai dengan uraian diatas secara singkat dapat dikemukakan: dalam menghadapi masalah peningkatan sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pemerintah telah dan sedang mengupayakan peningkatan: mutu guru dan tenaga kependidikan, mutu sarana dan prasarana pendidikan, mutu kurikulum dan isi kurikulum sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan nilai-nilai budaya bangsa.
b.      Masalah Peningkatan Relevansi Pendidikan
Kebijaksanaan peningkatan relevansi pendidikan mengacu pada keterkaitannya dengan: ke-bhineka tunggal ika-an masyarakat, letak geografi Indonesia yang luas, dan pembangunan manusia Indonesiayang multidimensional.
            Sesuai dengan uraian diatas secara singkat dapat dikemukakan: dalam upaya meningkatkan relevansi pendidikan, pemerintah melakukan berbagai upaya (1) usaha menemukan cara baru dan pemanfaatan teknologi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam, (2) usaha pemanfaatan hasil penelitian pendidikan bagi peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan (3) usaha pengadaan ruang belajar, ruang khusus (bengkel kerja, konseling, pertemuan, dan sebagainya) yang menunjang kegiatan pembelajaran. (Qym, 2009)

3.      Pengembangan Penerapan Asas-asas Pendidikan
a)      Pemerintah mengusahakan berbagai cara dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, antara lain:  Pembinaan guru dan tenaga pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan,
b)      Pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi,
c)      Pengembangan kurikulum dan isi pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan nilai-nilai budaya bangsa,
d)      Pengembangan buku ajar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan budaya bangsa.
Pemerintah telah dan sedang mengusahakan peningkatan relevansi penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien: (a)meningkatkan kemudahan dalam komunikasi informasi antara pusat–daerah, daerah–daerah, agar arus komunikasi informasi pembaharuan pendidikan berjalan lancar, (b) desiminasi–inovasi pendidikan: kelembagaan’ sumber daya manusia, sarana dan prasarana, proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu, dan (c) peningkatan kegiatan penelitian untuk memberi masukan dalam upaya meningkatkan relevansi pendidikan. (Qym, 2009)










BAB III
KESIMPULAN

3.1  Kesimpulanا
Pengertian Asas – Asas Pendidikan
Ø  Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.

Asas Pokok Pendidikan
1.      Asas Tut Wuri Handayani
2.       Asas Belajar Sepanjang Hayat
3.      .Asas Kemandirian dalam Belajar

Penerapapan azas-azas pendidikan:
1.      keadaan yang ditemui
2.      permasalahan yang di hadapi
3.      pengembangan azas-azas pendidikan

3.2.Saran
           







DAFTAR PUSTAKA
Hartoto.2008. landasan dan asas-asas pendidikan serta penerapannya. [serial on line]. http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/12/bab-iii-landasan-dan-asas-asas-pendidikan-serta-penerapannya.[07 Oktober 2010]
Qym. 2009. Asas-asas Pendidikan dan Penerapannya dalam http://qym7882.blogspot.com/2009/03/asas-asas-pendidikan-dan-penerapannya.html/ diakses pada 28 Februari 2012
Rangga. 2011. Konsep Pendidikan dalam http://rangga19.web.id/konsep-pendidikan.html/  diakses pada 28 Februari 2012
Tim Pembina MK Pengantar Pendidikan. 2008. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan. Padang: FIP UNP
Referensi:
Arga, Ugik Ghandes dkk. 2011. Landasan dan Asas-asas Pendidikan serta Penerapannya dalam  http://pockcoro.blogspot.com/2011/04/landasan-dan-asas-asas-pendidikan-serta.html/ diakses pada 28 Februari 2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar